![]() |
| Kelompok Pengabdian Masyarakat Program Studi Perbankan Syariah Universitas Sunan Gresik |
PEMUKA RAKYAT - Universitas Sunan Gresik melalui Program Studi Perbankan Syariah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Peningkatan Ketahanan Ekonomi Keluarga Melalui Kelompok Usaha Perempuan pada hari Selasa, 2 Juni 2026 bertempat di Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat berbasis pemberdayaan perempuan dan pengembangan usaha mikro.
Pengabdian Masyarakat ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari anggota kelompok usaha perempuan Bunda Puspa dan pelaku UMKM perempuan Desa Wadeng. Kelompok Bunda Puspa sendiri merupakan kelompok binaan Pemerintah Kabupaten Gresik yang dibentuk sebagai upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui penguatan kapasitas ekonomi keluarga.
Baca juga: Fuad Benardi Tantang Sistem Lama: Direksi BUMD Harus Lahir dari Meritokrasi, Bukan Titipan
Acara berlangsung dengan antusias dan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Wadeng, Imam Khoiri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian masyarakat dari Universitas Sunan Gresik yang telah memberikan edukasi dan pendampingan kepada para pelaku usaha perempuan di desa tersebut.
“Pemberdayaan perempuan melalui penguatan ekonomi keluarga merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Program Studi Perbankan Syariah Universitas Sunan Gresik, Anna Putri Syafitri beserta tim dosen pengabdian dan mahasiswa yang terlibat aktif dalam pelaksanaan kegiatan.
Pada sesi pemaparan materi, narasumber pertama, Zumrotun Nazia, M.E Dosen Perbankan Syariah Universitas Sunan Gresik menyampaikan materi mengenai implementasi marketplace sebagai strategi pengembangan kelompok usaha perempuan. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya transformasi digital bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi dan pola konsumsi masyarakat yang semakin berbasis digital.
Baca juga: Dari Sungai untuk Kehidupan: Tabur Benih Ikan di Ampelgading
Menurutnya, pemanfaatan marketplace dan media sosial dapat menjadi sarana efektif dalam memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM sekaligus meningkatkan omzet penjualan.
“Pelaku UMKM harus mulai beradaptasi dengan perkembangan digital. Marketplace bukan hanya tempat berjualan, tetapi juga media promosi yang mampu memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Dengan memaksimalkan media sosial yang dimiliki, UMKM perempuan dapat meningkatkan keuntungan sekaligus memperkuat keberlangsungan usaha keluarga,” jelas Zumrotun Nazia kepada tim Redaksi Pemuka-Rakyat pada Selasa, 2 Juni 2026.
Sementara itu, narasumber kedua, Niswatin Mubarriroh, M.A. menyampaikan materi tentang sertifikasi halal sebagai upaya penguatan UMKM dalam pemberdayaan ekonomi desa. Ia menjelaskan bahwa sertifikasi halal memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing produk UMKM di pasar.
“UMKM yang telah memiliki sertifikasi halal tentu produknya naik satu tingkat lebih baik dibandingkan yang belum tersertifikasi. Sertifikasi halal bukan hanya sekadar branding produk, tetapi juga bentuk tanggung jawab kita sebagai umat muslim dalam memastikan produk yang dikonsumsi masyarakat benar-benar halal dan aman,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku usaha perempuan di Desa Wadeng mampu meningkatkan kapasitas usaha, memahami pentingnya pemasaran digital, serta memiliki kesadaran mengenai pentingnya legalitas dan sertifikasi halal bagi produk UMKM.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga berbasis pemberdayaan perempuan dan pengembangan UMKM lokal.***
