
Gerhana Matahari Total, Diisukan Menyebabkan Bumi Gelap Selama 3 Hari (Foto: Pemuka-Rakyat.com)
PEMUKA RAKYAT - Baru-baru ini, kabar tentang gerhana matahari total kembali beredar di internet.
Menurut informasi yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Gerhana Matahari Total diprediksi akan jatuh pada tanggal 8 April 2024.
Gerhana matahari total ini pun diisukan akan menyebabkan bumi mengalami kegelapan selama tiga hari berturut-turut.
Lantas, apakah ada pembuktian untuk isu tersebut? Lalu, apa yang disebut dengan gerhana matahari total?
Simak artikel berikut untuk mengetahui lebih dalam tentang gerhana matahari total yang berhasil dirangkum oleh Tim Pemuka Rakyat.
Baca Juga: Erupsi Lagi! Gunung Marapi Mengeluarkan Abu Vulkanik Setinggi 1,5 Kilometer
Pengertian Gerhana Matahari
Gerhana matahari adalah fenomena langit ketika posisi bulan berada di antara bumi dan matahari.
Posisi demikian menyebabkan matahari terlihat sebagian atau sepenuhnya tertutup dari pandangan.
Gerhana matahari hanya terjadi selama fase bulan baru. Selain itu, peristiwa ini biasanya terjadi sekitar dua kali setahun.
Terdapat empat jenis gerhana matahari yang berbeda, tergantung pada posisi matahari, bulan, dan bumi pada saat fenomena itu terjadi.
Jenis gerhana matahari dibagi menjadi gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, gerhana matahari hibrida, dan gerhana matahari cincin.
Baca Juga: Gunung Marapi Sumbar Meletus, Bandara Internasional Minangkabau Ditutup Sementara
Pengertian Gerhana Matahari Total
Gerhana matahari total terjadi ketika bulan sepenuhnya menutupi matahari, membuat cahaya matahari terhalang sepenuhnya dari mencapai permukaan bumi.
Saat terjadi gerhana matahari total, langit di siang hari menjadi gelap seolah-olah malam tiba secara mendadak.
Gerhana matahari total terjadi ketika fase bulan baru.
Namun, karena orbit bulan memiliki kemiringan terhadap orbit bumi, gerhana matahari total tidak terjadi setiap bulan.
Fenomena ini hanya terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi terletak dalam satu garis lurus. Adapun perubahan pada suhu udara yang dapat menurun secara signifikan.
Fenomena alam seperti perubahan perilaku hewan dan burung juga tampak berbeda lantaran mereka terkejut dengan perubahan ekstrim pada cahaya dan suhu.
Tidak hanya itu, keadaan atmosfer juga mengalami perubahan, termasuk perubahan dalam tekanan atmosfer dan arus angin.
Gerhana Matahari Total 8 April 2024
Dikutip Pemuka-Rakyat.com (PR) dari laman resmi NASA, pada tanggal 8 April 2024, Amerika Utara akan menyaksikan gerhana matahari.
Fenomena ini juga melintasi Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada, membuat wilayah tersebut mengalami kegelapan total.
Sementara itu, BMKG melaporkan bahwa pada tanggal 8 April 2024, akan terjadi Gerhana Matahari Total (GMT), tetapi Indonesia tidak berada dalam jalur totalitas GMT tersebut.
Baca Juga: Perjalanan Menakjubkan Orang Albino di Indonesia: Mengatasi Tantangan dan Menemukan Identitas
Dengan demikian, Indonesia tidak akan mendapatkan fenomena GMT pada April mendatang.
Benarkah Bumi Akan Gelap Total Selama 3 Hari?
Sebelumnya, Kominfo melaporkan adanya sebuah rumor beredar di platform TikTok mengenai bumi yang akan mengalami kegelapan total selama tiga hari.
Rumor tersebut menyebutkan pada tanggal 8 April 2024, bumi akan melewati fenomena yang dinamakan Sabuk Foton (Photon Belt).
Namun, nyatanya konsep "sabuk foton" adalah kepercayaan baru yang tidak didukung oleh bukti ilmiah.
Tidak ada dasar empiris mengenai keberadaan sabuk semacam itu, dan hal ini tidak diakui dalam astronomi maupun astrofisika.
Baca Juga: Keajaiban Polar night: Saat Matahari Tidak Muncul di Cakrawala
Di sisi lain, BMKG menegaskan, tidak benar jika gerhana matahari total akan membuat bumi gelap selama 3 hari.
Menurut BMKG, efek gelap dari gerhana matahari tidak akan berlangsung lebih dari beberapa jam.
Adapun Profesor Riset Astronomi-Astrofisika BRIN, Prof Dr Thomas Djamaluddin, juga menyangkal isu bahwa bumi akan mengalami kegelapan selama tiga hari pada 8 April 2024.
Bumi memang pernah mengalami kegelapan total bertahun-tahun akibat tumbukan asteroid yang dahsyat, tetapi itu terjadi berjuta-juta tahun lalu.
Sementara itu, gerhana matahari memberikan kesempatan langka bagi manusia untuk menyaksikan keindahan alam semesta.
Baca Juga: Menggali Lebih Dalam Mengenai Food Estate di Indonesia: Potensi dan Kontroversi
Selain itu, fenomena ini memberikan kesempatan bagi para pengamat untuk mempelajari lebih lanjut tentang dinamika antara matahari, bulan, dan bumi.***
Editor: Fredi A.